Dedi Mulyadi mencanangkan sekolah Maung, dan sekarang mulai ada. Gak usah tertarik dengan sekolah itu. Dari namanya aja sudah menyeramkan, Maung. Gak tahu kenapa memilih nama itu, mungkin ingin ikut leluhur, Prabu Siliwangi, yang naik maung.
Padahal terntara saja tidak ada yang menamai kelompoknya Maung.
Ini sekolah tempat mendidik manusia malah mau disebut sekolah Maung.
Gak usah tertarik, paling juga di sana bakal jadi tempat mendidik manusia berkelakuan seperti Dedi Mulyadi, yang menyuburkan suasana hindu.
Lihat saja di jalanan, dia bikin acara budaya dengan tarian perempuan-perempuan terbuka auratnya, dengan alasan melestarikan budaya leluhur.
Bau-bau hindu.
Dedi Mulyadi kayak mau menyuburkan Budaya Hindu di tengah tengah ummat Islam yang selama ini diperkuat akidahnya di sekolah, dan sekarang mau mendidik anak-anak muslim di sekolah khusus, SMK Maung.
===
Itu hanya dugaan saya saja, tapi saya mau mencatatnya di sini. Bila suatu saat nanti semakin banyak anak yang suka sama budaya Hindu, budaya nari tanpa busana tertutup islami, maka ucapan saya di atas berarti bener.
Gak usah banyak dalih!